Happy Ied Mubarok 1434 H!

–Lebaran lagi?? Masih “begini” lagi??–

Alhamdulillah Allah Azza wa Jalla masih membiarkan saya terus menabung amal untuk menjadi manusia yang pantas menjadi penghuni Jannah-nya. Ini tahun kedua saya berlebaran dengan status bukan mahasiswa lagi. Kalau tahun lalu harus malam takbiran di pabrik, serta rumah harus absen kehadiran saya saat sungkeman, bahkan tahun ini alhamdulillah bisa menikmati 2 hari puasa, 1 kali shahur dan 1 kali taraweh di rumah. Kalau tahun lalu sholat Ied di mesjid site, alhamdulillah tahun ini kembali sholat di lokasi yang biasanya kita kunjungi setiap 1 syawal. Kalau tahun lalu sungkemannya dengan karyawan + warga sekitar, tahun ini -bahkan lebih bermakna- bisa sungkeman lagi di rumah dengan tambahan dua anggota baru, yaitu kakak2 ipar. Mudah2an tahun depan bisa bertambah lagi. Aamiin.. (dengan dua anak bayi minimal :D)

Bersyukur bisa menikmati lebaran di negeri ini, di mana lebaran menjadi hari yang ditunggu2 siapa saja, golongan apa saja, status apa saja, kerja apa aja, gender apa saja. Ramainya, ketupatnya, kue2nya, sungkemannya, ini yang tidak dimiliki negara lain saya yakin.

Budaya masing2 daerah pasti akan beda. Ada yang bilang kalau di Pulau Seberang, kunjungan hari lebaran hanya sebatas salaman (bahkan hanya depan pintu) lalu pergi. Kalau di sini (Jambi), orang yang berkunjung paling tidak duduk di dalam rumah si host nya selama 10 menit sambil ngobrol, menikmati hidangan. Ibaratnya, si host sudah susah payah masak, masa lo cuma mampir salaman trus kabur. NO WAY! Cicipin dulu karya masterpiece mereka, baru lo boleh cau.

Lebaran juga momen silaturahmi reuni. Kumpul dengan teman kuliah, SMA, SMP bahkan SD, jadi momen yang dinanti. Ada lagi: berkunjung ke rumah guru. Mungkin tidak semua orang menikmati, tapi saya sangat rutin melakukannya selagi waktu libur cukup panjang. Karena bernostalgia itu indah.

Kita selau berharap ada sesuatu yang baru tiap tahunnya. Ada yang berbeda, tidak itu2 saja. Mudah2an lebaran tahun depan akan lebih indah. ūüôā

Allahu akbar 3x
La ila ha ilallahu allahu akbar
Allahu akbar wa lillahil hamd..

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Kelas Inspirasi

Dari dulu aku sering bilang bahwa tidak ada satu pun keinginan ku yang belum dikabulkan Allah. Hampir tidak ada satu pun. Paling waktu nya yang terkadang melenceng dari waktu yang aku harapkan. Kalau aku ingin nikah sekarang, mungkin Allah menskejulkan di tahun-tahun mendatang. Bagaimana mau nikah, yang mau dinafkahi saja belum dicari. (Sorry, salah fokus.. :p) Dan begitu pula keinginan-keinginan lain yang terkadang dikabulkan berhari, berbulan atau bertahun-tahun dari waktu yang aku harapkan.

Ya, salah satu impiannya adalah bisa jadi seorang Pengajar Muda, sebuah program Gerakan Indonesia Mengajar rintisan Anis Baswedan (rektor Univ. Paramadina) sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan calon pemimpin negeri burung garuda ini. Entah kenapa, profesi seorang Pengajar Muda di mataku adalah se su a tu. Pengajar muda merupakan mahasiswa lulusan universitas-universitas di Indonesia yang belum tentu memiliki kualifikasi pengajar. Menurutku benar, bahwa banyak orang pintar di negeri ini, tapi tidak banyak yang bisa mengajar. Dan dari momen yang pernah aku lewati, teaching, especially on kids, was so horrible. ūüėÄ Dan pengajar-pengajar ini melewati berbagai tahap yang cukup menguji kemampuan mereka untuk kelayakan menjadi seorang guru, di lokasi yang aku yakin tidak banyak dari yang membaca ini mau untuk tinggal, jangankan berminggu-minggu, bahkan berhari-hari. Hidup di tempat yang cukup jauh dari peradaban kaum elit, atau golongan orang yang terbiasa berjalan di atas aspal, tidur di kasur yang empuk, makan dengan piring berkaca dan sendok alumunium, minum dengan gelas kaca, mandi dengan shower, buang air di kloset duduk, beli baju harus di mall atau mengonsumsi cemilan dari minimarket. Mereka adalah puluhan jiwa yang rela dan ikhlas melepaskan kesempatan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah dalam waktu singkat dan bekerja di gedung tinggi nan ber-AC dan berpakaian bak eksekutif muda. Mereka terpilih jadi milarder yang memperkaya hati dan jiwa mereka.

Sangat beruntung bahwa sebelum lulus kuliah nasib ku sudah jelas harus digaji oleh perusahaan mana. Namun, ketika diundang oleh pihak kampus untuk menghadiri presentasi dari tim Gerakan Indonesia Mengajar dengan para pengajar yang sudah menjadi pensiunan guru di lokasi mereka ditempatkan. Cerita mereka menggiurkan. Dan sayangnya, aku tidak bisa mendaftar karena sudah berkomitmen bekerja pada perusahaan tempat aku bekerja sekarang, atau memilih keluar tapi harus membayar puluhan juta. Oh Tuhan, nearly impossible. Dan pada waktu itu, aku yakin bahwa Allah memberikan tugas yang tidak kalah mulianya dibandingkan menjadi seorang pengajar muda. Bahwa sudah ada ladang masing-masing kita untuk menanam kebaikan dan memanennya untuk menebar manfaat. Khoirunnas anfa’uhum linnaas.

Sebagai aktivis jejaring sosial (Heheee), aku dapatkan di halaman PATH ku (salah satu media sosial) bahwa seorang kawan mendaftarkan diri menjadi seorang sukarelawan dalam sub program Indonesia Mengajar yang bernama Kelas Inspirasi. Dari syarat pendaftar, aku tidak memenuhi karena belum genap 2 tahun bekerja. Tapi, peduli amat, hajar saja. Daftar gan! (Btw, thanx untuk seorang kawan tersebut yang sudah memanfaatkan jejaring sosial dengan bijak. Heheee). Bersama rekan sekantor lainnya, aku mendaftar. Mengisi aplikasi dan sedikit esai dalam keadaan khusyuk menjadi keuntungan tersendiri, karena aku jadi bisa menyulam kata-kata indah (alisa nge-bacot heheee). Dan saatnya menunggu selama 3 minggu pengumumannya.

Tadaaaa.. Tanggal 31 Januari 2013, ada email masuk dari Kelas Inspirasi yang diawali dengan pernyataan yang membesarkan hati seorang yang ditolak atau kalah, seperti ‚ÄúPada dasarnya..‚ÄĚ atau ‚ÄúSebelumnya, kami mengucapkan..‚ÄĚ.Baik. Dengan hikmat aku hargai panitia yang mengarang beberapa paragraf ini. Sayang kan kalau tidak dibaca sampai selesai. *Untungnya aku suka membaca*. Dan sampailah aku pada pernyataan,‚ÄĚ Melalui email ini, atas berbagai pertimbangan maka dengan ini kami sampaikan bahwa Anda terpilih untuk menjadi guru-sehari Kelas Inspirasi pada tanggal 20 Februari 2013.‚ÄĚ, . Wooow. Super Wooow. A big wooow. Senangnya seperti habis melihat pengumuman SPMB pada Agustus 2007 lalu. Terima kasih Tuhan. See, keinginan yang terkabul lebih dari setahun dari waktu yang aku harapkan.

Kelas Inspirasi tahun ini merupakan yang kedua kali nya di mana yang pertama berlangsung pada April 2012. Rangkaian acara dimulai dari pertemuam Briefing di Gedung Indosat 8 Februari. Di pertemuan ini, sekitar 600 sukarelawan terpilih hadir. Ada pemutaran video, sambutan Anis Baswedan, kemudian presentasi tips mengajar dan tentunya berkumpul bersama teman satu kelompok kita mengajar. Aku terdaftar pada kelompok 4 dengan tujuan SDN Kebon Kacang 5 Pagi yang berlokasi di pusat Kota Jakarta. Acara ditutup pada sore hari, sekitar jam 5. Kegiatan hari itu ditutup dengan ditahannya KTPku karena meninggalkan STNK motor entah di mana. Padahal malamnya sudah ada janji. Terpaksa harus mengambil besoknya. Untung saja KTP tidak terlalu penting pada hari itu.

Tidak salah kalau kita yang tadinya hanya ingin berbagi dalam kegiatan ini tapi malah diuntungkan juga. Dikelompokkan bersama orang-orang yang berbeda profesi adalah salah satu keuntungannya. Lumayan, menambah koneksi dan kawan tentunya. Adalah 8 orang lainnya dalam satu kelompok. Mbak Yeni, sang ketua kelompok, merupakan seorang HR Talent Management and Learning and Development pada PT Zurich Topas Life, salah satu perusahaan asuransi jiwa. Mas Rizal, Developer di Wunderkraut, dan dia tinggal di Swedia (kebetulan ada acara di Australia dan bisa mampir ke Indonesia katanya). Mbak Hani, seorang CEO di PT Female Daily Network. Mas Enda, seorang blogger. Dokter Endang, ahli THT di RSCM, sekalian tempat mencari ‚Äúlink‚ÄĚ (Hehee). Mbak Riri, dosen muda di Univ. Gunadarma. Mas Stephanus dan Mas Tommy, sang fotografer profesional. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Briefing Hari H di Burger King Sarinah

Tanggal 16 Februari, bertempat di FX Plaza, Jakarta, aku diberi kesempatan untuk mengenal lebih jauh ke-8 orang ini. Tujuan pertemuan yang direncanakan hanya 1 jam (dan akhirnya tereksekusi menjadi hampir 3 jam) itu adalah membicarakan hal-hal teknis berkenaan hari-H yang jatuh pada hari rabu, 20 Februari. Bagi aku yang tidak hadir pada survei ke SD hari rabu 13 Februari, pertemuan ini sangat penting. Selain mengetahui lokasi, dari pertemuan itu akan tergambar pula kondisi sekolah yang tentunya akan membantu dalam menyusun rencana mengajar. Entah kenapa, tidak tenang rasanya kalau tidak bertemu langsung mereka-mereka ini. Setidaknya bisa sharing kekhawatiran tidak bisa menghandle kelas 1 dan kelas 2 yang notabene kelas yang diisi oleh anak-anak. Namanya anak-anak, pasti mereka cuma tau bermain. Sampai terngiang-ngiang, bagaimana kalau mereka nangis ditengah penyampaian materi, lalu memanggil-manggil Ibu nya. Oh Tuhaaann.. Help meee.. Deg-degan stadium 4 lah pokoknya. Nah, pertemuan tiga jam di FX itu lah membuat hati lebih tenang. Di sana, didapat juga masukan dan ilham-ilham lainnya. Momen itu dimanfaatkan pula untuk mengenal satu sama lain. Disepakati lah bahwa kami harus berkumpul setidaknya sebelum jam 06.15 pagi di Starbucks Coffee Sarinah untuk melakukan briefing terlebih dahulu dan bersama-sama berjalan kaki menuju SD (lokasi SD ditempuh hanya dengan 10 menit jalan kaki. Pagar sekolah akan ditutup jam 06.30. Jadi, sebagai guru, kami harus memberi contoh dengan tidak telat.

Akhirnya, datang juga 20 Februari 2013! Karena itu hari kerja, maka aku memanfaatkan jatah cuti yang cuma 12 hari dalam setahun itu. Yah, yakin pasti ini tidak akan sia-sia. ÔĀä Aku menjangkau Jakarta dari selasa sore sepulang kantor. Awalnya aku khawatir untuk memberikan visualisasi tentang pekerjaan ku, an engineer, a Metallurgist exactly. Metalurgi? Tambang? Apa mereka tau ya? Benar-benar galau. Kata orang-orang yang aku tanya tentang metode, kata mereka, posisikan diri ku sebagai anak-anak. Waduh, bagaimana bisa. Kan aku SD sudah belasan tahun lalu. Kembali mencari ide, dan sampai lah pada pertimbangan untuk menemukan benda-benda berbau logam (metal) yang familiar bagi mereka. Muncullah muka-muka Bumblebee, Optimus Prime, Ultra Man, Power Rangers, mobil dan motor mewah, berharap gambar-gambar ini akan menarik perhatian mereka. Senjata ampuh lainnya adalah perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) seperti seragam, sepatu, belt dan masker. Dan dimulailah waktu mengajar di mana kelas pertama ku adalah kelas 2.

Kel 4 dan Pak Anis, Debriefing

Selama mengajar, ada beberapa poin yang harus disampaikan. Sasaran dari program ini adalah untuk relawan yang merupakan profesional dari berbagai profesi dan untuk siswa-siswa yang diajar oleh relawan. Bagi para relawan, KI bertujuan untuk:

  • Memberikan pengalaman mengajar dan belajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi serta pengorbanan yang nyata terhadap perbaikan masa depan bangsa.
  • Membangun sensitivitas para relawan terhadap realitas kualitas pendidikan yang kontras dengan kemajuan kota besar.
  • Mengajak kaum profesional untuk bersama-sama turun tangan menunaikan janji kemerdekaan : ‚Äėmencerdaskan kehidupan bangsa‚Äô.
  • Mengaktivasi semangat volunterism untuk mengatasi masalah di sekitar kita tanpa harus menunggu orang lain terlebih dahulu dan tanpa menyalahkan pihak manapun.

Bagi para siswa SD yang terlibat dalam Kelas Inspirasi:

  • Memperluas wawasan mereka akan¬†pilihan profesi yang bisa¬†dijadikan cita-cita.
  • Memberikan inspirasi untuk memiliki cita-cita setinggi mungkin
  • Memberikan motivasi untuk terus melanjutkan pendidikan.
  • Menanamkan empat nilai moral positif utama (kejujuran, kerja keras, pantang menyerah dan kemandirian) sebagai jalan untuk mewujudkan apa yang diimpikannya.
  • Menyadarkan amat pentingnya sikap menghormati orang tua dan guru dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mimpi tertinggi mereka .

Materi pengajaran pun harus mencakup (1) Siapakah aku? (2) Apa profesiku? (3) Apa yang dilakukan profesiku setiap hari saat bekerja? (4) Di mana aku bekerja? (5) Apa peran/manfaat dari profesiku di masyarakat? (6) Bagaimana cara menjadi aku?

Kelas pertama ini benar-benar jadi ujian berat. Pasalnya, gambar-gambar yang sudah aku cetak ketinggalan di rumah. Dalam benakku, aku harus fokus dan bisa berimprovisasi dengan baik selama 40 menit ke depan. Masuk ke kelas 2. Masih canggung. Ngngngng. Garing. Hahaaa. Deg-degan sekali. Dan ternyata APD jadi daya tarik tersendiri. Mereka cukup menikmati. Kelas 2 tertangani!

Nah, kelas kedua adalah kelas 1. Mau tidak mau, aku harus punya sesuatu gambar untuk ditunjukkan ke mereka. Untungnya rumah tidak begitu jauh. Dan aku wajib mengambilnya. Perjuangan menyiapkan itu memang tidak besar. Tapi, menghajar hujan deras di atas Jakarta dengan kondisi kaki yang pada saat itu tidak boleh terkena air karena bedah kecil, semakin mendorong aku untuk menjemputnya di rumah. Macet tidak parah, sehingga aku dapat tepat waktu sampai lagi di sekolah. Baru lah masuk kelas 1. Dan bahagianya ketika kelas ini bisa tertangani dengan baik. Aku coba pakai metode yang sesuai, yaitu dengan bercerita dan sedikit melebaykan cerita. Benar. Gambar-gambar itu jadi daya tarik bagi mereka. Sampai-sampai aku ditanya, bagaimana cara buat Bumblebee yang kuat dan hebat. Anak cerdas. Heheee Aku jawab sesuai ekspetasi mereka saja. Pusing juga memikirkan bahasa yang pas. Keluar dari kelas ini, rasanya terharu. Tidak menyangka bisa berinteraksi dengan anak kelas 1 ini. Tidak ada yang menangis sama sekali. Beda halnya dengan siswa kelas 3 yang merupakan kelas peralihan emosi dari anak kecil (kelas 1 dan 2) menjadi lebih dewasa (kelas 4-6). Dua orang menangis, dan tidak mau diajak maaf-maafan. Dan aku harus menghadapi tanpa dengan marah-marah. Ya Allah, susahnya ya jadi guru SD. Untunglah, kelas 4 dan 5 sangat bisa ditangani. Ketika aku minta mereka menyentuh benda-benda logam dalam ruangan, mereka dengan sempurna menemukannya. Tinggal aku mengarahkan seperti apa pekerjaan ku.

Selain mengajar, hal lain yang harus kami perhatikan adalah kondisi sekolah. Kita juga harus mencoba fasilitas-fasilitas yang ada di sana. Mulai dari jajan hingga toilet, semuanya dicoba. Jajanannya tergolong bersih. WCnya? Alamak. WC ala anak SD lah. Bahkan tidak berpintu. Tidak terbayang kalau aku tiba-tiba sakit perut. Poin penting dalam pengamatan ini adalah menilai apakah sarana dan prasarana yang ada cukup memadai dan layak atau tidak. Salah satu contohnya adalah jenis dan kebersihan makanan yang harus dijamin. Makanan yang masuk ke tubuh sangat berpengaruh dengan kesehatan kita. Apalagi anak-anak, yang sedini mungkin sebaiknya diberi asupan yang membantu pertumbuhan yang sehat. Sarana toilet juga sangat penting karena kebersihan sangat erat kaitannya dengan kesehatan.

Hingga hari ini, saya dan anggota kelompok lainnya berusaha untuk terus menindaklanjuti kegiatan ini. Karena kami percaya bahwa perubahan itu tidak cukup satu hari. Banyak ide yang muncul setelah pelaksanaan hari H. Dokter Endang berencana untuk memberikan pemeriksaan THT gratis. Selain itu, dilakukan pula koreksi terhadap beberapa kalimat atau pernyataan dalam bahasa inggris. Ada beberapa diksi yang tidak tepat. Dokter Endang juga sudah membawa tukang bangunan langganannya untuk memperbaiki toilet

 sekolah. Lain halnya dengan Mas Rizal yang sekarang di Swedia. Dia memanfaatkan media email agar anak-anak bisa berkorespondesi dengan orang-orang di Swedia sana. Sampai saat ini, Pak Jubaedi, selaku Kepala Sekolah, masih aktif berkomunikasi dengan Mbak Yeni selaku ketua kelompok. Cita-cita kami adalah ini berkelanjutan, bukan hanya menjadi kenangan atau memori saja.

Tujuan dari kegiatan ini lebih dari sekedar mendeskripsikan pekerjaanku serta memotivasi mereka. Mereka layak tau bahwa banyak profesi yang bisa mengisi I-Wanna-Be¬ dalam benak mereka. Anak-anak kebanyak tau untuk menjadi dokter, pilot, polisi, tentara dan yang lagi nge-hit belakangan ini adalah menjadi pesepak-bola. Ya, sepak bola sedang naik daun di Indonesia 5 tahun belakangan ini. Apalagi banyak bintang-bintang nya yang sering tampil di layar kaca, infotainment hingga film-film bahkan sinetron serial. Bukan masalah mereka mau menjadi apa dan siapa. Yang penting, mereka harus tau bahwa bermimpi itu adalah hak mereka. Dan ketika mereka terbangun, mimpi itu sangat mungkin berubah jadi kenyataan. Mereka berhak tau bahwa ada profesi seperti aku dan kedelapan teman-teman satu kelompokku. Mereka berhak mendapatkan motivasi. Satu hari bukan lah waktu yang cukup untuk mengubah pikiran mereka. Tapi aku percaya, anak-anak akan dengan mudah mengingat hal-hal yang jarang mereka temui seperti kegiatan ini. Tetap saja guru mereka yang punya peranan penting, karena mereka yang akan mengarahkan hidup para calon agen-agen perubahan itu. Bahkan, pengajar muda yang satu tahun mengabdi pun akan merasa waktu mereka tidak cukup.

The Big Team

 

Kawan, lihatlah betapa banyak orang hebat di negeri ini. Kita tidak kekurangan mereka. Dari 200an juta jiwa yang berada di tanah seluas hampir 2 juta Km2 ini tersimpan kekayaan alam dan kekayaan manusia nya. Jika banyak dari kita yang mengeluh tentang betapa rusaknya mental bangsa ini, maka kalian belum melihat hal-hal kecil yang penuh makna yang dibuat oleh orang-orang yang penuh ketulusan dan

¬†keikhlasan untuk memperbaiki negara ini. Kita butuh manusia-manusia yang berjiwa positif. Dan mereka dilahirkan dari proses pendidikan yang sesuai metode serta porsi nya. Banyak orang mengenal nya dengan istilah kaderisasi. Menyiapkan these agent of change bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Apa yang dibuat oleh Pak Anis Baswedan ini adalah ide kecil yang ketika dieksekusi menjadi sesuatu yang besar. Think big, start small, and act now. Kata Pak Anis, ini bukanlah pengalaman. Sebab, jika hanya jadi pengalaman, maka kita hanya akan mengingat nya saja dan menjadi kenangan. Ini adalah langkah awal, langkah kecil yang dimulai dari pemikiran-pemikiran besar hingga menjadi suatu gerakan yang konstruktif. Jadi, tunggu apa lagi? ÔĀä

Dan untuk para guru di mana pun, semoga engkau dimuliakan oleh-Nya. Kalian lebih dari sekedar pahlawan tanpa tanda jasa. Sabar yang tiada batas. Keluh yang tak terucap. Dan keringat yang tak terusap. Engkau sebagai pelita dalam kegelapan. Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa. Terima kasih guruku. Terima kasih guru kami.

P.S.: Big thanks to my team-mate. Kalian tidak hanya menginspirasi anak-anak itu. Aku juga jadi terinspirasi banyak hal. Heheeee.. Dan terima kasih kepada siapa pun yang berkontribusi dalam suksesnya kegiatan ini.Thanx All!

Kelas Inspirasi: Bangun Mimpi Anak Indonesia!
Anak Indonesia Punya Cita-Cita!

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Ke-AKU-an

Jika ada dan bisa, maka aku ingin jauh dari keramaian untuk beberapa putaran waktu. Aku butuh ayat-ayat. Aku butuh air. Aku butuh udara. Aku butuh tanah untuk berpijak. Dan aku butuh hijau yang menenangkan jiwa. Aku butuh jauh. Hanya beberapa detik saja. Sedikit. Untuk aku tersadar, bahwa aku adalah aku yang diciptakan seperti ini, dan aku bisa menjadi aku yang aku mau, dan mungkin yang seperti Engkau mau. Aku butuh sadar. Dan aku butuh jauh. Beberapa waktu saja. Atau lama, jika alam mau.

2 Comments

Filed under Uncategorized

The Impossible

Allah creates everything for some reasons. Including when Allah sent Adam and Eva (Hawa) to the earth because of their fatal flaw, that was carrying out what Jin told them while Allah has ordered them not to. So Allah sent them down to the earth, to live, and to have their own community. They made family, with having children.

Family becomes the most important part on our life, at least for most of us. It is unreplaceable with anything. Doing manything together is what people look forward, especially the nomads, someone like me, live far from them. How does it feel when you realize that you lose even only one of this group? Some people say that it is better to terminate yours rather than so longing to wait with uncertainty. Yet, there still people try to be brave to face that truth and struggle to find the certainty.

December 26th 2004 was a very horrible moment for millions people who live be faced directly with Hindia Ocean. When tsunami clean their land up, Indonesia Thailand, Srilanka and some others was loudly screaming and shouting, asked for help. Every single body was separated from people they love. When that monster calmed down, they were safe, and lost manything. At least there one family tried to find the members. Despite of finding the members, they still, sincerely, helped others completing their family. Although it was nearly impossible to discover the body among the crowd, alive and dead body. Empathy. Yeah. Empathy.

Let’s live also for others. Make them happy to be around you and worthy to be a
family members, a friend. To be someone who always be missed when we are not around, a moment or forever.

We have two hands. One to help people, and the other to help ourselves.

Leave a comment

Filed under Reading, Uncategorized

Empat dan Lima

4 hari yang begitu bermakna. 4 hari yang terasa sangat panjang, karena 4 hari itu hanya untuk mereka. Orang-orang yang menjadi semangat hidup. 4 hari ini yang bisa membuat Ibu lebih tersenyum dari biasanya. 4 hari di mana Bapak merasa hidupnya LENGKAP.

Lengkapnya keluarga juga karena aku memiliki seorang saudara laki-laki (yang biasa dipanggil dengan sebutan “Kakak”) dan seorang saudara perempuan (“Ayuk”). Walau tidak bersama dalam waktu yang lama karena alasan menuntut ilmu, bertiga kami selalu bisa menjadi kumpulan orang-orang yang seideologi dan satu jiwa.

Sosok Kakak yang dari dulu lebih banyak mengarahkan prinsip hidup hingga bagaimana aku harus tampil dan Ayuk yang selalu jadi teman kapan dan di mana saja, menjadi suatu kebanggaan memiliki mereka.

Ya Allah..
Jika engkau mengizinkan kami menyentuh Surga Mu, maka hantar lah kami ber5 dalam rumah yang sama.

image

Pernikahan Ayuk

Leave a comment

Filed under Reading

GOOD BYE AFTERALL

I SOLEMNY SWEAR THAT I’M UP TO NO GOOD……

Commemorate with 11 years ago..

At the time, my brother who was still a student in university, on his holiday he brought me a novel. That book was really afwul I tought because in my mind such a cartoon was an interesting one. And I tried to enjoy the book why actually i couldn’t. Yeaah, 60 point of a hundred I appreciated that book. About 1 year forward, the book became a movie. Initially, respond of people was usual, until the movie placed the top movies in worlwide. It is told us a story about a young wizard fated as THE CHOSEN ONE, that will defeat the great-dark wizard LORD VOLDEMORT. Yeah friend, It is no hard for you to guess who is that wizard. He is Harry Potter, The Boy Who Lived. First time I watched the CD then I fell in love with the movie. The story was competely suitable for the boy, moreover I love to illute and sink on a fantacy. It cursed me.

Every single year, I wait the movie released as well as billion people in over world. I told you why I love Harry Potter so much, either the book or the movie. The struggle, the spirit, and and the other things we can learn for life from Harry Potter. About family, destiny, fate, friends, knowledge, and love. It taught me more you know.

We’re growing together. Just they (Ema, Daniel, Rupert) are in screen. By the way, I like Ema and Hermionie. Very bright witch, and I know, also on her real life. And now, this is the end of the history. There will no be waiting, looking forward. It’s done. It’s over. Thank you Allah, perhaps this is the way You teach human. And thank you JK Rowling for the great-wonderful-splendid idea about the story, you’re really great heart-witch with your love potion make people addicted. Thank you for the cast especially Daniel, Ema and Rupert. Goodbye Harry Potter..

MISCHIEF MANAGED..

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Daydream in the midnight

Experiencing manything today, i got a lot learning about past, future, passion, desire, hope, dream, and the daydream.

Before getting home at midnight, exactly it was almost 00.00 o’clock of local time (Bandung), I felt any bad that I always found in each morning coming. It’s about from this last three weeks or more, the moment after really long holiday, Ied Holiday. Free-sleeping, free eating, free beverage, free transportation and any else. And after that, it’s 3 weeks with all kind of restrictiveness. Hmm, I’m accustomed with this situation. Uh, how can i get my sipirit again, which I know that I’m kind of self-motivated person?

Morning to morning I go through, and no changes at all. Tonight, after having some conversation with room-keeper at my office, he told about hard-life, family and hope. See, it opened my sight, and knocked my heart, that there are several things i did not realize. When you feel depressed, confused or hurt.. Pray! God is the remedy!

Arrived at home, like usual, I open my notebook, onlining, and unexpectedly, my senior-high-school-friend, who’s known as the diligent, the kind and the bright one, he called me via Skype. It was really surprised knowing his position right now. He is in Berlin, Germany. Woow, wonderful. I thought I was there. The dream I have already setted before.

A morning without GOD is like a mind with no thoughts, EMPTY. Thank God for this blessing we call LIFE.

ūüôā

2 Comments

Filed under Uncategorized